penat…
jenuh…
hanya itu yang kini tengah setia menemani langkahku,
walau telah kucoba bertahan diantara sisa – sisa ambisiku,
walau telah kupaksakan menyemai cinta diantara sekian harap,
namun semuanya seperti telah menguap sia – sia…
dan jika kehadiranmu telah mampu menghapus muakku seketika,
nyatanya kini aku harus tetap berjalan meniti kesendirianku,
melangkah dalam gamangku,
menapaki setiap sudut kepalsuan…
masihkah ada secercah kesempatan untuk kehadiranmu ?